Promosi Doktor

4 January 2016 | mahasiswa UGM
caption

 

Selamat  atas keberhasilan Bapak Drs. B. R. Suryo Baskoro, M. S. dengan Promosi Doktor dalam Ujian Terbuka Program Pascasarjana Fakultas Ilmu Budaya UGM.

Beliau adalah salah satu dosen di Fakultas Ilmu Budaya Jurusan Sastra Prancis. Keberhasilan beliau pada Promosi Doktor ini mengangkat tentang keadaan tindak kriminal korupsi di Indonesia dan Prancis. Korupsi yang menyebabkan kerugian keuangan serta menjadi beban bagi masyarakat telah menjadi perhatian besar sekaligus hal yang menakutkan di seluruh Negara. Peran media massa juga terlibat dalam memberitakan bebrbagai kasus korupsi yang terjadi di Negara masing – masing.

“Sayangnya berita yang muncul belum menunjukkan keberpihakan pada rakyat kecil karena media hanya berkutat pada “zona nyaman” saja” kata Drs. B. R. Suryo Baskoro, M. S., Rabu (30/12) di Fakultas Ilmu Budaya UGM.

Beliau melakukan penelitian pada media cetak berbahasa Indonesia dan Prancis, khususnya harian versi daring, yaitu Kompas, Republika, le Figaro dan Le Parisien sepanjang tahun 2012 – 2015 yang menunjukkan bahwa terdapat kesamaan antara media Indonesia dan Prancis yang cenderung memfokuskan perhatian pada aktor sosial utama sebagai pusatnya. Namun pemfokusan yang hanya pada aktor sosial utama tersebut menyebabkan kurangnya pengetahuan tentang dampak yang terjadi akibat tindakan tersebut yang dimana terlebihnya pada rakyat kecil.

“Fokus tersebut menyebabkan media melupakan akibat tindakan koruptif sang aktor utama bagi aktor sosial yang terdampak yaitu masyarakat bawah” jelas Bapak Suryo saat ujian terbuka program doctor dengan disertasinya berjudul “Berita Korupsi di Media Indonesai dan Prancis : Analisis Wacana Kritis”.

Lebih lanjut, bahwa Ideologi korupsi di media dua Negara ini adalah ideology yang diartikan bahwa korupsi hanya tetnag persoalan hukum, proses pengadilan dan sanksinya. Ideologi ini menafikan keterkaitan tindak korupsi ini dengan dampak – dampak pada rakyat kecil.

“Media seyogiyanya mengubah ideology korupsi yang tidak hanya berkutat pada persoalan hukum dan sankisnya, tetapi juga menyertakan rakyat kecil didalamnya” tegas beliau yang pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Humas dan Keprotokolan UGM ini. (Mahasiswa UGM/Aric) (Humas UGM/Ika)

Sumber : ugm.ac.id/id/berita/10976-pemberitaan.korupsi.belum.berpihak.pada.rakyat

Kirim Komentar