|
Oleh Siti Hariti Sastriyani (Sastra Prancis, Fakultas Ilmu Budaya UGM)
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UGM melalui Program Penelitian Penyusunan Materi Mata Kuliah Berdasarkan Penelitian Dosen Pengampu yang dibiayai dengan Dana Masyarakat UGM Tahun Anggaran 2009
Inovasi dalam proses pembelajaran perlu dilakukan terus menerus dalam rangka menggali ide-ide baru baik metode maupun materi pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman. Dalam interaksi yang berpusat pada mahasiswa (student centered learning) terjadi proses perubahan yang dialami oleh mahasiswa dalam empat ranah, yaitu ranah pengetahuan (kognitif), ranah perasaaan (afektif), ranah keterampilan (psikomotorik) dan ranah kerja sama (kooperatif).
Dalam rangka mendukung universitas riset, dosen perlu mengintegrasikan dan mendeminasikan hasil-hasil penelitian yang pernah dilakukan ke dalam proses pembelajaran sehingga menjadi topik menarik dan aktual bagi mahasiswa. Akan tetapi, hal tersebut belum dilakukan oleh semua dosen pengampu mata kuliah, salah satunya adalah Pengkajian Sastra Prancis. RPKPS dan bahan ajar mata kuliah tersebut menunjukkan belum mengintegrasikan hasil-hasil penelitian. Karena itu, dosen mata kuliah Pengkajian Sastra Prancis perlu mengintegrasikan dan mendeminasikan hasil-hasil penelitian yang pernah dilakukan ke dalam proses pembelajaran, menyusun bahan ajar yang berbasis riset dan menerapkan 5 pilar RPKPS, yaitu proses pembelajaran berdasarkan permasalahan nyata,berkaitan dengan disiplin ilmu lain, berwawasan internasional,pemanfaatan TIK, inovatif, kreatif, serta leadership.
Penyusunan materi mata kuliah Pengkajian Sastra Prancis berdasar penelitian dosen pengampu bertujuan:
(1) mendesiminasikan hasil-hasil penelitian sastra Prancis kepada mahasiswa;
(2) memberikan model-model penelitian sastra Prancis yang dapat digunakan sebagai model mahasiswa untuk melakukan penelitian dan menyusun skripsi;
(3) mengembangkan materi pembelajaran yang berbasis permasalahan nyata dan sinergis dengan disiplin lain;
(4) mendorong mahasiswa untuk menjalin komunikasi dan informasi dengan mahasiswa jurusan Prancis di luar negeri dalam rangka sharing dan jejaring kajian-kajian sastra Prancis dalam konteks internasional dengan memanfaatkan teknologi;
(5) memotivasi mahasiswa untuk mempublikasikan hasil penelitian sastra Prancis sehingga dapat diketahui oleh masyarakat dengan memanfaat TIK;
meningkatkan soft skill mahasiswa.
Desain pembelajaran ”Pengkajian Sastra” dikembangkan dengan secara inovatif dan kreatif, yaitu Inquiry Training dan mind mapping yang diharapkan ada kerja sama, inovatif dan kreatif antara dosen dan mahasiswa. Dengan cara ini diharapkan suasana pembelajaran menjadi sepanjang hidup.
Hasil-hasil penelitian dosen dikembangkan menjadi model untuk pembelajaran Pengkajian Sastra Prancis. Model-model pengembangan hasil penelitian yang akan dilakukan adalah (1) model penelitian sastra francophone, (2) model penelitian sastra anak Prancis, (3) model penelitian puisi Prancis, (4) model penelitian sastra terjemahan, dan (5) model penelitian sastra Prancis dalam perspektif gender.
Hal ini diharapkan agar mempermudah mahasiswa melakukan penelitian dan menyusun skripsi sehingga dapat mempercepat masa studi. Dalam proses pembelajaran ini, mahasiswa didorong untuk melakukan komunikasi dan membentuk jejaring dengan mahasiswa jurusan Prancis, khususnya dari luar negeri dalam rangka sharing dan jejaring kajian-kajian sastra Prancis dalam konteks internasional, artinya menggali kajian sastra Prancis tidak hanya sastra yang berasal dari Prancis saja melainkan Prancis dalam arti global atau yang dikenal dengan istilah francophone. Komunikasi antara mahasiswa jurusan Prancis Fak.Ilmu Budaya UGM dengan mahasiswa mahasiswa jurusan Prancis di luar negeri diharapkan dapat dilakukan melalui email atau blog. Mahasiswa didorong dapat mempublikasikan hasil-hasil kajiannya baik melalui media massa maupun media internet. Hal ini akan memberikan wawasan terhadap mahasiswa tentang adanya peluang menjalin jejaring dan kerja sama dengan bidang keprancisan dalam konteks internasional.
Berdasarkan hal tersebut dapatlah disimpulkan bahwa (1) bahan ajar berbasis riset sangat bermanfaat bagi mahasiswa karena hal itu dapat mendorong baik mahasiswa maupun dosen untuk meneliti. Hal ini dapat menghasilkan karya-karya ilmiah hasil riset. Hasil riset dosen disebarluaskan kepada mahasiswa untuk menjadi bahan ajar yang sesuai dengan tuntutan zaman, (2) model-model penelitian yang dibuat oleh dosen pengampu mata kuliah tersebut dapat dicontoh oleh para mahasiswa dalam rangka membuat proposal penelitian, (3) dengan dihasilkannya proposal skripsi oleh para mahasiswa, akan mempercepat para mahasiswa dalam menyelesaikan studinya dan didorong untuk melanjutkan studi S2.
|