Indonesian Version  French Version 
  M E N U
  H o m e
  Profil
  Pengurus
  Staff Pengajar
  Kurikulum
  Bea Siswa
  Lowongan Kerja
  Gallery Foto
  Buku Tamu
  ALUMNUS
  Daftar Alumnus
  Data Alumnus
  Forum Silaturahmi
INFORMASI AKADEMIK
Rabu, 07 Desember 2011 - 09:15 WIB
Cui-Ciné UGM 2011 (Festival Makanan & Sinema Eropa)
Acara tahunan yang diadakan oleh mahasiswa-mahasiswi Sastra Prancis UGM. Tahun ini acara Cui-Ciné mengambil tema "La Petite Europe", kami akan mempersembahkan "Eropa Mini" di dalam lingkungan kampus Fakultas Ilmu Budaya UGM.

Acara ini berlangsung selama 3 hari: 5,6,7 Desember 2011.

#(ITALIA) Hari Senin, 5 Desember dibuka pukul 10.00 WIB s/d 17.00 WIB
- Festival Makanan Italia dibuka pukul 10.00 WIB
- Demo Masak pukul 11.30 WIB
- Pemutaran film Italia "Pane e Tulipani" pukul 15.00 WIB (@Gedung Margono 4.04) FREE terbatas!

#(PRANCIS) Hari Selasa, 6 Desember dibuka pukul 10.00 s/d 22.00 WIB
- Festival Makanan Prancis dibuka pukul 10.00 WIB
- Demo Masak pukul 11.30 WIB
- Pemutaran film Prancis "Les Choristes" pukul 15.00 WIB (@Gedung Margono 4.04) FREE terbatas!
- Live Performance (Penampilan dari UNY, Accordeon, Hip-Hop, Pantomim, BEATBOX, Cabaret Show & Edelweiss) mulai pukul 18.00 - 22.00 WIB

#(SPANYOL) Hari Rabu, 7 Desember dibuka pukul 10.00 s/d 22.00 WIB
- Festival Makanan Spanyol dibuka pukul 10.00 WIB
- Pemutaran film Spanyol "Pajaros de Papel" pukul 15.00 WIB (@Gedung Margono 4.04) FREE terbatas!
- Live Performance (Saluer, Parade Kostum Eropa, Triple Seven, Salsa, Flamenco, Dirty Light, Everyday & Friends) mulai pukul 18.00 - 22.00 WIB

Dateng ya.. :) :)
@FIB UGM
5,6,7 Desember 2011
HTM: Free!!

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

REVIEW FILM:

PANE E TULIPANI (Italia)
Solvio Soldini|Bahasa Italia Teks Indonesia|118 menit|Komedi Romantis
Rosalba Barletta, seorang ibu rumah tangga berumur 40 tahun, tanpa sengaja ditinggal oleh suaminya saat berlibur. Bukannya menunggu sang suami menjemputnya kembali, Rosalba malah menumpang mobil lain untuk kembali ke rumah. Namun, di tengah perjalanan ia memutuskan untuk pergi ke Venesia. Di tempat yang belum pernah ia kunjungi itu, Rosalba memulai petualangannya dan bertemu dengan orang-orang yang menarik. Fernando, seorang pramusaji restoran dari Islandia yang misterius namun penuh afeksi; Fermo, pemilik toko bunga di mana Rosalba bekerja; dan Grazia, tetangga Fernando yang seorang ahli pijat. Sikap serampangan Rosalba sering mengundang kekesalan Fernando namun mampu menumbuhkan benih-benih cinta di antara mereka. Kisah romantis dengan sentuhan komedi ini tentunya patut disaksikan.

LES CHORISTES (Prancis)
Christophe Barratier|Bahasa Prancis Teks Indonesia|95 menit|Musik Drama
Film ini bersetting di sebuah asrama anak laki-laki di daerah pinggiran Prancis sekitar tahun 1949. Anak-anak ini rata-rata datang dari keluarga yang tidak mampu mengurus mereka atau anak-anak yatim piatu. Anak-anak yang kurang mengenal kasih sayang ini sering kali menyulitkan guru dan pengawas asrama dangan melakukan perbuatan-perbuatan iseng dan kadang kurang ajar. Keadaan menjadi lebih sulit karena kepala sekolah mereka yang keras kepala. Ia akan menghukum dengan keras siapapun yang mencari gara-gara di sekolah dengan mottonya “action reaction”. Kemudian suatu saat datanglah seorang guru baru bernama Clément Mathieu. Ia seorang yang disiplin namun lembut hati. Atas dasar kecintaannya pada musik dan kemampuannya membuat komposisi lagu, ia membentuk sebuh koor dengan tujuan mengajarkan seni dan keindahan juga kedisiplinan bagi anak-anak tersebut ia memiliki visi bahwa musik akan membawa mereka menuju “jalan yang lebih baik”.

PAJAROS DE PAPEL (Spanyol)
Emilio Aragón|Bahasa Spanyol Teks Indonesia|112 menit|Drama Komedi
Bercerita tentang sekelompok seniman pada perang sipil di Spanyol antara tahun 1936-1939 yang telah merenggut semua aspek kehidupan dari mereka. Terdiri dari musisi kabaret Jorge del Pino, Ventriloquist Enrique Corgo, penyanyi atraktif Rocío Molina dan Miguel seorang yatim yang membentuk sebuah keluarga kecil serta rekan kerja. Bersama mereka, Jorge, sang pemeran utama mencoba untuk mengatasi penderitaan sehari-hari dalam kegembiraan musik dan lagu. Penentuan akan pemenang dan pecundang hanya kurang dari satu kesempatan. Pertarungan untuk makan dan tidur menjadi sebuah hal yang besar demi kelangsungan hidup mereka. Film ini lebih dari yang anda bayangkan, keputusan berat harus diambil secara cepat. Akankah mereka selamat dalam kebersamaan?

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

MAKANAN-MAKANAN Eropa:

(#Italia)
-CIAMBELLA
-SPAGHETTI
-LES PETITES LASAGNES
-BRUSCHETTA
-MACEDONIA DI FRUTTA
-CHICKEN TENDER
-CIOCCOLATA AL LATTE
-LIMONATA
-ROSA LIMONATA


(#Prancis)
-FRENCH TOAST
-FRENCH OMELETTE
-POULET A LA DIABLE AVEC RATATOUILLE A TOUTE VITESSE
-POMME DE TERRE A LA SALSA DE MAÏS
-SOUPE DE TOMATES AUX PATES
-CAFÉ AU LAIT
-CHOCOLAT CHAUD
-BLACK ICED COFFEE
-SPARKLING JUICE


(#Spanyol)
-BOCADILO TORTILLA
-ALBONDIGAS
-NACHOS
-PAELLA
-CHUROS CON CHOCOLATE
-SALAD
-KROKET
-SUSU
-CAPUCCINO
-PINA COLADA

(nb: Harga Mahasiswa)
Kamis, 01 Desember 2011 - 08:12 WIB
Women Translators in Indonesia

Siti Hariti Sastriyani

 

 

Conference “Translation and Gender: a Gap Between Theory and Practice?

8-9 November 2011, Dipartimento di Linguistica, Facolta di Lettere e Filosofia, University of Calabria, Italia

 

Abstract

In Indonesia, there are many women translators who translate many literary works from France , for example (1) Madame Bovary written by Gustave Flaubert is translated by Winarsih Arifin and its entitled Nyonya Bovary, (2) La Dame aux Camelias written by Alexandre Dumas Fils is translated by Rika Iffati and its entitled Gadis Berbunga Kamelia, (3) Bonjour Tristesse written by François Sagan is translated by Ken Nadya is entitled Lara Kusapa, (4) Moderato Cantabile written by Marquerite Duras is translated by Apsanti Djokosujatno, (5)  La Peste written by Albert Camus is translated by N.H.Dini and its entitled Sampar. In the translated French literary works there are many gender and feminism issues. These feminist authors write about liberation of women because feminism is related to the ideals and awareness for improving women’s life. According to Simone de Beauvoir, women have to be liberated and have to be used efficiently (empowered). The ideal women are the women who work, can write, and can find their existence and this case shows that women are able to express their ideas through literary works. According to feminism, Simone de Beauvoir and Hèlene Cisoux said that women have to express their ideas through poems, novels, or short stories, and translation. Women will have a lot of esteem from society if they can write anything.

The aims of this paper are (1) describing the Indonesian women translators who translate the French literary works that contain gender and feminism issues, (2) describing the translated French literary works which contain gender and feminism issues, and (3) describing why the Indonesian women translators translate the gender and feminism issues. The method of this research is descriptive qualitative.

In the translated French literary works there are many gender and feminism issues and the feminist authors write about liberation of women because feminism is related to the ideals and awareness for improving women’s life. Women translators have to be liberated and empowered. The ideal women are the women who work, can write, and find their existence. This case shows that women are able to express their ideas through literary work. Women have to express their ideas through translation of literary work and for that matter women have a lot of esteem from society if they can write everything.

 

Key words: women, translators, feminist

 

 

Kamis, 01 Desember 2011 - 08:08 WIB
LE DYNAMIQUE DE L’ADOPTION DES EPISTEMOLOGIES FRANÇAISES DANS DES LITTERATURES ET DES DISCOURS DE S

Wening Udasmoro

 

 

Extrait

 

Les terminologies et les épistémologies françaises avaient un développement assez progressif dans des milieux universitaires en Indonésie. Depuis 1970, les étudiants et les professeurs dans de différentes disciplines, telles que la littérature,  la sociologie, l’anthropologie etc. parlent souvent des concepts introduits par des penseurs français. Ces domaines se développent rapidement depuis les années 70 en même temps avec le progrès des programmes universitaires indonésiens. Le structuralisme, le poststructuralisme et le postmodernisme sont étudiés et jusqu'à maintenant inspirent  le travail de recherches des étudiants. Les concepts de Foucault sur « le pouvoir et le savoir » et « le panopticone » ou ceux de Bourdieu sur « le habitus » et « le champs de force » ainsi que les terminologies de Baudrillard sur « la société de consumérisme » ou de Lyotard sur « la petite narration » deviennent des concepts utilisés dans des débat et des polémiques quand ils étudient la société, la littérature et d’autres phénomènes dans cet archipel. Ce papier a pour but d’explorer le développement et le dynamique de l’adoption de ces épistémologies surtout des concepts, dans les recherches universitaires.

Hlm. | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 |
2006 - 2012 © Jurusan Sastra Prancis Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada Yogyakarta